Selasa, 13 November 2012

Bulan dan Bintang

"Andai Bulan memilihku, memilihku sebagai bintang yang akan selalu menemaninya"

"Ya, memang kaulah yang kupilih..."

"Mengapa? Padahal di luar sana masih banyak bintang yang lebih terang dariku..."

"Bintang, walaupun di luar sana masih banyak bintang yang lebih terang darimu. Bukan karena yang paling teranglah yang kupilih, karena yang paling teramg adalah yang cepat mati. Tetapi karena aku mencintaimu... Sangat mencintaimu..."

For,get,ing

Matahari berbaik hati hari itu, meredupkan teriknya yang menyengat menjadi mentari yang memberikan semangat, memberiku kebahagiaan.
Denting waktu menyadarkanku, aku harus bersiap diri.
Pagi itu membuatku semakin bahagia, ketika dia datang menyambut pagiku. Aku bertemu dengannya pagi itu, menjadikan hari itu semakin berwarna, semakin bersemangat. Membuatku semakin menyayanginya.
Mengingat tentang siapa yang aku sayangi saat ini, membuatku beranjak untuk memutar waktu, mengingat tentang siapa yang aku sayangi dulu.
Dulu.. sebuah kisah, sebuah perasaan yang hangat. Aku tak menyangka pernah mencintainya, menyayanginya, dan memujanya. Hingga suatu ketika, perasaan itu berketerusan, berketerusan menjadi sebuah cinta. Cinta yang hampir utuh.
Tapi itu dulu.. hingga seseorang menyirnakan cinta yang hampir utuh itu, membuat cinta itu semakin rapuh dan gagal untuk utuh. Aku pun sadar, bahwa ada orang yang lebih mencintainya, daripada aku. Menyadarkanku akan harusnya aku berhenti untuk mencintainya lagi.
Dan perjalanan itu, berakhir dengan sia-sia..
Kenangan yang pernah ki.. maksudku aku dan ia lalui bersama, walaupun hanya sedikit, sedikit sekali, hanya bisa kupendam.
Kepingan bahagiaku mulai menghilang. Saat aku melihatnya bahagia, bukan karenaku. Gila dan sakit.
Tapi apa guna aku menangisinya? Bukannya bisa move on malah semakin move down..
Aku pun menyerah, menunggu bagaimana endingnya nanti, dan berdoa agar tuhan memberikan yang terbaik bagi kita semua. Yah, kita semua..
Dan akhirnya, aku berhasil melupakanmu, all about you.
Kau tahu? benar benar sangat membahagiakan bisa melupakanmu, meninggalkan perjalanan yang sia-sia, membuang kenangan busuk, dan menendang jauh-jauh semua tentangmu dari pikiranku.
Hingga aku menyadari bahwa kebahagiaanku yang telah lama luluh itu, kembali.
Kebahagiaan yang dikembalikan oleh seseorang sangat baik hati.
Seseorang yang aku cintai saat ini.

Minggu, 11 November 2012

Dia dan Mawar

Mawar itu seperti dia.

Dengan warna yang indah, bentuk yang sempurna, dan harum yang semerbak.
Membuat Mawar selalu terlihat mempesona. Hingga kita sangat ingin memilikinya.
Mawar selalu membuat kita selalu tersenyum bahagia ketika melihatnya.
Selalu membuat kita untuk menyayanginya agar tidak cepat rusak.
Selalu membuat kita untuk merawatnya agar tidak cepat rapuh.

Tetapi, durinya...
Durinya yang tajam akan membuat kita kesakitan.
Kesakitan yang membuat kita memulai untuk enggan memilikinya lagi.
Enggan untuk menyayanginya lagi.
Enggan untuk merawatnya lagi.

Yah, sama seperti dia..

Sangat ingin kumiliki,
Tetapi ada saat dimana aku tersakiti karenanya, karena aku mencintainya.
Hingga aku enggan mencintainya lagi, hingga aku sangat ingin melupakan semua tentangnya.
Tetapi aku tidak bisa. Bayangannya selalu menghantui pikiranku, selalu ada di dalam mimpiku.
Hingga aku gagal untuk melupakannya.
Hingga aku mulai mencintainya lagi, lagi, dan lagi.
Meskipun dia tidak tahu, meskipun sangat mustahil bisa memilikinya.
Tetapi melihat senyum bahagianya itu, membuat seolah aku juga bahagia,
Meskipun bukan karenaku.

Sabtu, 10 November 2012

Look At Me


We and Love

We - Kita
Kita? pantaskah aku menyebut suatu pertemanan ini kita? memangnya aku ada di antara pertemanan itu? adakah?
Aku selalu berharap, semoga aku memang pantas menyebut pertemanan ini 'kita', 'kita' yang selalu dan tetap bersatu, tidak ada 'lagi' perpecahan, tidak ada 'lagi' kebencian, tidak ada 'lagi' membedakan, tidak ada 'lagi' pengkhianatan, 'kita' yang selalu pengertian dan mengerti satu sama lain, 'kita' yang selalu menghargai satu sama lain, 'kita' yang selalu setia kepada satu sama lain, 'kita' yang selalu berbahagia 'bersama' di tiap harinya, 'kita' yang selalu damai dan kompak, 'kita' yang selalu bersama dan 'kita' yang selalu bersyukur, untuk selama-lamanya, hingga ajal menjemput dan tak kan berakhir. aamiin.

Tapi.. akankah tuhan mengabulkan harapan-harapanku itu? akankah tuhan membuat semua harapanku itu menjadi nyata? ataukah tuhan hanya menjadikan semua harapanku itu menjadi bayangan? bayangan yang selalu menghantui pikiranku. Dan mengubah harapan itu menjadi harapan palsu? naudzubillah

Tuhan, aku benar- benar dan sangat sangat ingin semua harapanku itu menjadi kenyataaan.
Aku benar benar tidak ingin kehilangan mereka. Harapan itu tidak palsu, Tuhan. Harapan itu nyata. harapan itulah yang selalu aku panjatkan, agar kau bisa mendengan atau menbaca dan mengabulkan semua harapah-harapanku itu.
Walau kau belum mau mengabulkan semua harapanku itu, aku akan tetap bersikeras, bersikeras untuk selalu memanjatkan semua doa-doa dan harapan-harapanku itu, dengan disertai sebuah usaha yang keras juga, agar aku dapat membuktikan, bahwa aku benar-benar tidak ingin kehilangan mereka, dan aku ingin 'kita' akan selalu dan tetap bersatu untuk selamanya.

Akan ku lakukan semua itu, tuhan. Akan ku lakukan.
Karena semua itu hanya untuk kalian. Kalian yang selalu aku cintai.

If I Only Had Him


You said you are leaving me because you love me,
Those words that were uttered through tears, I can’t believe them.
But because you meant everything to me,
I refrain from holding you back, so as not to be a burden to you.

If you are doing what’s best for me, who is filled with memories of you,
If this is for my sake, who is collapsing little by little,
You should stay beside me, just as you are.

You can’t leave my side,
Even if I forget everything of this world, its ok,

The times we laughed together,
The promises we made to each other,
I’ll remember them forever,
Think it through one more time,
You know what truly is best for me.

You and Yours

Hai hai, udah lama banget nih gak nulis, gara gara ada kesalahan teknis di komputer, yah.. begitulah.
Ah, iya. Dari sepanjang waktu yang berjalan itulah, tercipta suatu 'kenangan'
Yah, suatu kenangan...

Entah, kapan pertama kalinya aku memandang wajahnya. Aku mengenalnya, dan dia pun juga mengenalku.
Dulu, aku dan dia jarang bertemu, tapi entah sekarang, aku merasa bahwa aku dan dia lebih sering bertemu.
Dulu, dia sangat pendiam, saking pendiamnya, aku sangat sering mengabaikan pandangannya, maksudku jarang memandang wajahnya.

Tapi, suatu ketika...........
Ah, entahlah..tatapannya hangat dan suaranya lembut.
Aku baru menyadari, bahwa.. yah, kalian tentu bisa menebaknya.
Dan.. aku 'mulai menggemari' itu.