Minggu, 11 November 2012

Dia dan Mawar

Mawar itu seperti dia.

Dengan warna yang indah, bentuk yang sempurna, dan harum yang semerbak.
Membuat Mawar selalu terlihat mempesona. Hingga kita sangat ingin memilikinya.
Mawar selalu membuat kita selalu tersenyum bahagia ketika melihatnya.
Selalu membuat kita untuk menyayanginya agar tidak cepat rusak.
Selalu membuat kita untuk merawatnya agar tidak cepat rapuh.

Tetapi, durinya...
Durinya yang tajam akan membuat kita kesakitan.
Kesakitan yang membuat kita memulai untuk enggan memilikinya lagi.
Enggan untuk menyayanginya lagi.
Enggan untuk merawatnya lagi.

Yah, sama seperti dia..

Sangat ingin kumiliki,
Tetapi ada saat dimana aku tersakiti karenanya, karena aku mencintainya.
Hingga aku enggan mencintainya lagi, hingga aku sangat ingin melupakan semua tentangnya.
Tetapi aku tidak bisa. Bayangannya selalu menghantui pikiranku, selalu ada di dalam mimpiku.
Hingga aku gagal untuk melupakannya.
Hingga aku mulai mencintainya lagi, lagi, dan lagi.
Meskipun dia tidak tahu, meskipun sangat mustahil bisa memilikinya.
Tetapi melihat senyum bahagianya itu, membuat seolah aku juga bahagia,
Meskipun bukan karenaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar