Sabtu, 10 November 2012

We and Love

We - Kita
Kita? pantaskah aku menyebut suatu pertemanan ini kita? memangnya aku ada di antara pertemanan itu? adakah?
Aku selalu berharap, semoga aku memang pantas menyebut pertemanan ini 'kita', 'kita' yang selalu dan tetap bersatu, tidak ada 'lagi' perpecahan, tidak ada 'lagi' kebencian, tidak ada 'lagi' membedakan, tidak ada 'lagi' pengkhianatan, 'kita' yang selalu pengertian dan mengerti satu sama lain, 'kita' yang selalu menghargai satu sama lain, 'kita' yang selalu setia kepada satu sama lain, 'kita' yang selalu berbahagia 'bersama' di tiap harinya, 'kita' yang selalu damai dan kompak, 'kita' yang selalu bersama dan 'kita' yang selalu bersyukur, untuk selama-lamanya, hingga ajal menjemput dan tak kan berakhir. aamiin.

Tapi.. akankah tuhan mengabulkan harapan-harapanku itu? akankah tuhan membuat semua harapanku itu menjadi nyata? ataukah tuhan hanya menjadikan semua harapanku itu menjadi bayangan? bayangan yang selalu menghantui pikiranku. Dan mengubah harapan itu menjadi harapan palsu? naudzubillah

Tuhan, aku benar- benar dan sangat sangat ingin semua harapanku itu menjadi kenyataaan.
Aku benar benar tidak ingin kehilangan mereka. Harapan itu tidak palsu, Tuhan. Harapan itu nyata. harapan itulah yang selalu aku panjatkan, agar kau bisa mendengan atau menbaca dan mengabulkan semua harapah-harapanku itu.
Walau kau belum mau mengabulkan semua harapanku itu, aku akan tetap bersikeras, bersikeras untuk selalu memanjatkan semua doa-doa dan harapan-harapanku itu, dengan disertai sebuah usaha yang keras juga, agar aku dapat membuktikan, bahwa aku benar-benar tidak ingin kehilangan mereka, dan aku ingin 'kita' akan selalu dan tetap bersatu untuk selamanya.

Akan ku lakukan semua itu, tuhan. Akan ku lakukan.
Karena semua itu hanya untuk kalian. Kalian yang selalu aku cintai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar